Monday, August 4, 2014

manfaat biji kelor


Eceng Gondok

Gambar Eceng Gondok



Secara alamiah  enceng gondok dapat berfungsi untuk mengurangi kandungan logam berat - Fe,Zn,Cu,Hg - yang ada di perairan. Dengan demikian tanaman ini sebenarnya dapat berfungsi untuk membersihkan air dari limbah atau racun yang ditimbulkan oleh kegiatan-kegiatan di sektor pertanian dan manufaktur misalnya, pestisida dan limbah pabrik.

Monday, July 21, 2014

buah ciplukan atau Cecendet




Di Indonesia sering kita jumpai pohon ciplukan tumbuh liar diantara tanaman kacang tanah dan jagung. Ciplukan merupakan tumbuhan herba tahunan dengan tinggi 0,1 - 1 m, berasal dari Amerika yang kini telah tersebar secara luas di daerah tropis di dunia. Ciplukan biasa tumbuh di tanah dengan ketinggian antara 1-1550 m dpl.

Ciplukan buah liar ini di pasar Prefektur Ishikawa ternyata per pak nya (isi 18 buah) dijual dengan harga 780 yen. Atau 43 yen per buah, kalau dirupiahkan menjadi 4.300 rupiah. Ciplukan ini rasanya agak langu dibanding ciplukan dari Jawa meskipun ukurannya lebih besar. Ciplukan Jawa rasanya memang lebih manis.

Nama ilmiahnya yaitu Physalis angulata L. Di Jepang dinamai Houzuki, orang Inggris menyebutnya Morel berry, sedangkan dalam bahasa Indonesia dinamakan Ciplukan, sebutan di daerah bermacam macam yaitu Ceplukan di Jawa, Cecendet di Sunda, Yor-yoran di Madura, Lapinonat di Seram, Angket, Kepok-kepokan, Keceplokan di Bali, Dedes di Sasak, Leletokan di Minahasa.

Klasifikasi Physalis angulata L. dalam sistematika tumbuhan adalah sebagai berikut:
Kerajaan : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonnae
Ordo : Solanales
Famili : Solanaceae
Marga : Physalis
Spesies : Physalis angulata L

Komposisi beberapa bagian tanaman ini, herbanya mengandung Fisalin B, Fisalin D, Fisalin F, Withangulatin A. Bijinya mengandung 12-25% protein, 15-40% minyak lemak dengan komponen utama asam palmitat dan asam stearat. Akarnya mengandung alkaloid. Daunnya mengandung glikosida flavonoid (luteolin). Tunasnya mengandung flavonoid dan saponin.

Hasil dari penelitian yang telah dilakukan, baik secara in vitro maupun in vivo bahwa ciplukan memiliki aktivitas sebagai antihiperglikemi, antibakteri, antivirus, imunostimulan dan imunosupresan (imunomodulator), antiinflamasi, antioksidan, dan sitotoksik.

Hasil penelitian Baedowi (1998) pada mencit yang diberikan 28,5 mL/kg BB menunjukan bahwa daun ciplukan mempunyai aktivitas antihiperglikemia yang dapat mempengaruhi sel β insulin pankreas.

Monday, June 16, 2014

Bunga Kenanga Dapat Mengusir Nyamuk Aedes aegypti / Nyamuk Demam Berdarah


Bunga Kenanga Dapat Mengusir Nyamuk Aedes aegypti / Nyamuk Demam Berdarah

Bunga kenanga mengandung minyak atsiri, yang dikenal dengan nama minyak kenanga, yang mempunyai khasiat dan bau yang khas. Hasil penelitian mereka menunjukkan, ekstrak bunga kenanga memiliki kemampuan menolak nyamuk karena adanya kandungan linalool, geraniol, dan eugenol. Hasil penelitian menunjukkan, ketika mengoleskan ekstrak bunga kenanga pada marmut, maka minyak atsiri yang terkandung dalam ekstrak bunga kenanga meresap ke pori-pori lalu menguap ke udara. Bau ini akan terdeteksi oleh reseptor kimia (chemoreceptor) yang terdapat pada tubuh nyamuk dan menuju ke impuls saraf. Itulah yang kemudian diterjemahkan ke dalam otak sehingga nyamuk akan mengekspresikan untuk menghindar tanpa mengisap darah marmut lagi. Semakin banyak kandungan bahan aktif yang terdapat dalam ekstrak bunga kenanga, maka semakin besar kemampuan ekstrak tersebut menolak nyamuk.


ref :
http://www.litbang.deptan.go.id/

Wednesday, May 14, 2014

STYROFOAM ADALAH SAMPAH ABADI YANG TIDAK PERNAH BISA DI URAI OLEH ALAM.


TAUKAH ANDA..!

STYROFOAM ADALAH SAMPAH ABADI YANG TIDAK PERNAH BISA
DI URAI OLEH ALAM.


Selain itu :
- STYROFOAM Mengandung zat zat yang berbahaya (Formalin, benzen, carsinogen, dan styrene).
- EPA (Enviromental Protection Agency) telah mengkategorikan STYROFOAM Sebagai bahan karsinogen (bahan penyebab kanker).
- Apabila terkena panas , zat-zat yang berbahaya akan bercampur dengan makanan.
- EPA juga mengategorikan PROSES PEMBUATAN STYROFOAM sebagai penghasil limbah berbahaya ke-5.
Wooow....

Tapi sayang di indonesia banyak orang yang masih menggunakan STYROFOAM sebagai bahan pembungkus makanan.
alasan utamanya , harganya yang relatif murah.
padahal hakikatnya dia membayar sangat mahal. yakni terjadinya kerusakan lingkungan yang besar.

Tuesday, May 13, 2014

Global Warning Tertinggi disumbang dari Industri Ternak


PBB mencatat bahwa industri peternakan menghasilkan emisi gas rumah kaca yang paling tinggi (18%),
jumlah ini melebihi gabungan dari seluruh transportasi di seluruh dunia (13% => emisi yang dihitung hanya berdasarkan emisi CO2 saja)

padahal industri peternakan juga merupakan salah satu SUMBER UTAMA pencemaran tanah dan air bersih.
Peternakan melepaskan 9% karbondioksida dan 37% gas metana (23 kali lebih berbahaya dari CO2).
Selain itu, kotoran ternak menyumbang 65 % nitrooksida (296 kali lebih berbahaya dari CO2),
serta 64 % amonia penyebab hujan asam.

Wednesday, May 7, 2014

Mengapa Komposter Kita Berbelatung?


Membuat kompos dari sampah di rumah memang cukup mengasyikkan, tapi jika tong komposter kita menghasilkan belatung, tentu jadinya bikin ga nyaman. Ya kan? Malah ada juga yang bilang kalau belatung itu membantu penguraian sampah. Saya ga terlalu yakin dengan pendapat tersebut. Yang pasti, saya ga suka kalau tong kompos saya berbelatung, bikin jorok dan geli hihi. Awalnya saya juga mengalami hal tersebut. Tong komposter saya yang dari tong cat itu awalnya juga muncul belatung (bukan belatung gede sih, tapi kayak ulat kecil-kecil putih gitu. Mungkin bayi belatung? kwkwkw), sedangkan keranjang takakura saya tidak ada belatung sama sekali. Lalu saya tanyalah ke teman yang pernah bikin kompos, katanya itu masih wajar karena prosesnya anaerob. Biasanya kalau proses fermentasi berjalan, nanti belatung itu akan mati dengan sendirinya. Oke, saya tidak khawatir jadinya setelah mendengar penjelasan tersebut. Dan memang benar, belatung-belatung kecil itu mati ketika proses fermentasi sudah terjadi. Mungkin dia kepanasan karena gas fermentasi? Atau karena makanannya habis? Ga tau deh. Yang pasti saat itu saya pakai tong komposter yang tidak ada lubang aerasi di bagian atasnya, dan mikroba yang saya pakai itu EM, yang katanya memang untuk proses anaerob.