Showing posts with label Knowledge. Show all posts
Showing posts with label Knowledge. Show all posts

Friday, September 30, 2022

Faktor-Faktor yang bisa memaniskan buah

 Menurut literatur yang pernah kami baca.

Ada beberapa faktor yang bisa memaniskan buah :

1. Sianar matahari 

Denan Fotosintesis yang maximal maka akan memperbanyak nutrisi sebuah pohon.


2. PH Tanah

belajar dari petani jeruk medan ketika buah mulai matang mereka memberikan kapur dolomit.

tujuanya menetralkan PH tanah.

karena ketika PH tanah asam, unsur hara dalam tanah akan cenderung menurun.

dan ternyata dalam kapur dolomit banyak mengandung unsur magnesium.


3. Menambahkan Unsur Hara organik.

contohnya : si emas hitam(kohe kambing).

unsur hara kohe kambing ini adalah paket lenkap.

hampir semua kebutuhan yang dibutuhkan tanaman ada pada kohe kambing.


4. Membatasi pengairan dan Nitrogen(N) berlebihan.

Bisa kita rasakan buah yang matang di musim penghujan rasanya tidak terlalu manis dari pada buah yang matang di musim kemarau.


5. Memperbanyak unsur hara yg bisa memaniskan buah Kalium (K), Phosphat (P) , Magnesium (Mg) dan unsur hara mikro seperti Boron dll.

Menurut Penelitian unsur yang paling konsisten memaniskan buah adalah Magnesium (Mg).


Terima kasih.

Wednesday, October 1, 2014

Biarkan laba-laba hidup



Biarkan laba-laba hidup
jangan merasa jijik, takut, jangan diinjak, jangan pula dipukul atau dibasmi.
Anda sebenarnya bisa merasa senang dengan eberadaan mereka,
Mereka sangat bermanfaat untuk kita!
walaupun ada beberapa spesies yang berbahaya tapi itu jumlahnya sangat sedikit didunia,

Sebenarnya laba-laba dengan delapan kakinya tidak termasuk serangga berbahaya, tetapi sangat berguna!
Karena mereka menangkap dan memangsa dalam jumlah besar,
segalanya yang membuat kita terganggu seperti : Nyamuk, ngengat, lalat dan serangga perusak tumbuhan merupakan santapan laba-laba.

Tuesday, September 30, 2014

Perumahan yg menggunakan Panel surya

Perumahan  di freibugg jerman


Listriknya Menggunakan Panel surya.
mereka tidak khawatir ketika cuaca mendung karena walaupun mendung panel surya masih bisa tetap bekerja

Tawon Kecil ini Menjaga Panen Indonesia


Ukurannya hanya sebesar kepala jarum pentul dan tidak menyengat. Tapi tawon-tawon kecil ini adalah pembunuh berdarah dingin.
Ibaratnya tim SWAT, mereka bekerja sebagai penetralisasi hama tanaman kutu "Phenacoccus Manihoti"

Tawon-tawon kecil Anagyrus Lopezi membutuhkan kutu tersebut dalam keadaan hidup.
Tawon betina menempatkan telur di dalam tubuh kutu, dan selama larva tumbuh membesar,
larva memakan kutu secara perlahan dari dalam tubuhnya, sampai tinggal kerangka luarnya saja

Wednesday, May 14, 2014

STYROFOAM ADALAH SAMPAH ABADI YANG TIDAK PERNAH BISA DI URAI OLEH ALAM.


TAUKAH ANDA..!

STYROFOAM ADALAH SAMPAH ABADI YANG TIDAK PERNAH BISA
DI URAI OLEH ALAM.


Selain itu :
- STYROFOAM Mengandung zat zat yang berbahaya (Formalin, benzen, carsinogen, dan styrene).
- EPA (Enviromental Protection Agency) telah mengkategorikan STYROFOAM Sebagai bahan karsinogen (bahan penyebab kanker).
- Apabila terkena panas , zat-zat yang berbahaya akan bercampur dengan makanan.
- EPA juga mengategorikan PROSES PEMBUATAN STYROFOAM sebagai penghasil limbah berbahaya ke-5.
Wooow....

Tapi sayang di indonesia banyak orang yang masih menggunakan STYROFOAM sebagai bahan pembungkus makanan.
alasan utamanya , harganya yang relatif murah.
padahal hakikatnya dia membayar sangat mahal. yakni terjadinya kerusakan lingkungan yang besar.

Tuesday, May 13, 2014

Global Warning Tertinggi disumbang dari Industri Ternak


PBB mencatat bahwa industri peternakan menghasilkan emisi gas rumah kaca yang paling tinggi (18%),
jumlah ini melebihi gabungan dari seluruh transportasi di seluruh dunia (13% => emisi yang dihitung hanya berdasarkan emisi CO2 saja)

padahal industri peternakan juga merupakan salah satu SUMBER UTAMA pencemaran tanah dan air bersih.
Peternakan melepaskan 9% karbondioksida dan 37% gas metana (23 kali lebih berbahaya dari CO2).
Selain itu, kotoran ternak menyumbang 65 % nitrooksida (296 kali lebih berbahaya dari CO2),
serta 64 % amonia penyebab hujan asam.

Wednesday, May 7, 2014

Mengapa Komposter Kita Berbelatung?


Membuat kompos dari sampah di rumah memang cukup mengasyikkan, tapi jika tong komposter kita menghasilkan belatung, tentu jadinya bikin ga nyaman. Ya kan? Malah ada juga yang bilang kalau belatung itu membantu penguraian sampah. Saya ga terlalu yakin dengan pendapat tersebut. Yang pasti, saya ga suka kalau tong kompos saya berbelatung, bikin jorok dan geli hihi. Awalnya saya juga mengalami hal tersebut. Tong komposter saya yang dari tong cat itu awalnya juga muncul belatung (bukan belatung gede sih, tapi kayak ulat kecil-kecil putih gitu. Mungkin bayi belatung? kwkwkw), sedangkan keranjang takakura saya tidak ada belatung sama sekali. Lalu saya tanyalah ke teman yang pernah bikin kompos, katanya itu masih wajar karena prosesnya anaerob. Biasanya kalau proses fermentasi berjalan, nanti belatung itu akan mati dengan sendirinya. Oke, saya tidak khawatir jadinya setelah mendengar penjelasan tersebut. Dan memang benar, belatung-belatung kecil itu mati ketika proses fermentasi sudah terjadi. Mungkin dia kepanasan karena gas fermentasi? Atau karena makanannya habis? Ga tau deh. Yang pasti saat itu saya pakai tong komposter yang tidak ada lubang aerasi di bagian atasnya, dan mikroba yang saya pakai itu EM, yang katanya memang untuk proses anaerob.

Tuesday, February 11, 2014

Budidaya Tanaman Serai

Perawakan: rumput-rumputan tegak, menahun, perakarannya sangat dalam dan kuat. Batang: tegak atau condong, membentuk rumpun, pendek, masif, bulat (silindris), gundul seringkali di bawah buku bukunya berlilin, penampang lintang batang berwarna merah. Daun: tunggal, lengkap, pelepah daun silindris, gundul, seringkali bagian permukaan dalam berwarna merah, ujung berlidah (ligula), helaian;. lebih dari separuh menggantung, remasan berbau aromatik. Bunga: susunan malai atau bulir majemuk, bertangkai atau duduk, berdaun: pelindung nyata, biasanya berwarna sama, umumnya putih. Daun pelindung: bermetamorfosis menjadi gluma steril dan fertil (pendukung bunga). Kelopak: bermetamorfosis menjadi bagian palea (2 unit) dan lemma atau sekam (1 unit). Mahkota: bermetamorfosis menjadi 2 kelenjar lodicula, berfungsi untuk membuka bunga di pagi hari. Benang sari: berjumlah 3-6, membuka secara memanjang. Putik: kepala putik sepasang berbentuk bulu, dengan percabangan berbentuk jambul. Buah: buah padi, memanjang, pipih dorso ventral, embrio separo bagian biji. Asal-usul Ceylon. Waktu berbunga Januari- Desember. Daerah distribusi, Habitat dan Budidaya Tumbuh pada daerah dengan ketinggian 50-2700 m dpl. Di Sri Lanka, tanaman ini tumbuh alami, namun dapat ditanam pada berbagai kondisi tanah di daerah tropika yang lembab, cukup sinar matahari dan dengan curah hujan yang relatif tinggi. Di Indonesia banyak terdapat di Jawa, ditepi jalan atau dipersawahan dan dikenal dengan nama Sere (New Citronella grass). Biasanya tumbuh di dataran rendah pada kethiggian 60-140 M dpl. Perbanyakan: dapat diperbanyak dengan potongan rimpang. Jarak tanam yang dianjurkan adalah 0,5-1 meter Pemanenan: dilakukan bila tinggi tanaman telah mencapai 1-1,5 meter. Pemotongan pertama dilakukan pada umur 6-9 bulan. Pemanenan selanjutnya dilakukan selang 3-4 bulan (umur panen sangat mempengaruhi rendemen minyak atsiri). Penurunan intensitas cahaya matahari sampai 50% dan pemupukan urea sampai 100 kg/ha dapat berefek pada peningkatan hasil minyak atsiri sereh wangi. Berat segar daun dan berat bahan kering daun hanya dipengaruhi oleh dosis pemupukan nitrogen. Kadar air daun hanya dipengaruhi intensitas cahaya matahari. Tinggi tanaman dipengaruhi oleh Intensitas cahaya matahari dan dosis pemupukan nitrogen dan keduanya terdapat interaksi dalam mempengaruhi tinggi tanaman. Pada jarak tanam yang rapat dapat berefek pada peningkatan jumlah daun atau anakan pada 5-7 MST, jumlah anakan / rumpun pada 5-15 MST; begitu pula produksi bahan tanaman pada 24 MST serta tidak berpengaruh pada kandungan geraniol dan sitronelol. Interaksi antara jarak tanam dan pupuk NPK berpengaruh terhadap tinggi tanaman pada 5 MST dan jumlah anakan / rumpun pada 19 MST. Interaksi antara pupuk kandang den pupuk NPK berpengaruh pada jumlah daun / anakan pada 5 MST. Interaksi antara pupuk kandang, jarak tanam dan pupuk NPK berpengaruh pada jumlah anakan / rumpun pada 21 MST. Semakin rapat jarak tanam dapat berefek pada peningkatan hasil minyak atsiri; jarak tanam yang semakin lebar berpengaruh pada tinggi tanaman yang semakin tinggi; dosis pemupukan tidak berefek pada peningkatan hasil minyak atsiri dan tinggi tanaman. Jarak tanam dan dosis pemupukan yang berbeda tidak berefek pada perbedaan hasil berat daun segar dan diameter kanopi pada saat panen. Jarak tanam 50 x 50 cm berefek pada lebih beratnya daun kering dari pada jarak tanam yang lebih lebar;, sedangkan perbedaan dosis pemupukan tidak berpengaruh. Dosis pemupukan urea 50 kg/ha sampai 100 kg/ha dapat berefek pada kenaikan jumlah anakan pada saat panen, sedangkan jarak tanam 90x90 cm akan mempercepat pembentukan anakan.


Penyakit Yang Dapat Diobati :
Akar: digunakan sebagai peluruh air seni, peluruh keringat, peluruh dahak / obat batuk, bahan untuk kumur, dan penghangat badan. Daun: digunakan sebagai peluruh angin perut, penambah nafsu makan, pengobatan pasca persalinan, penurun panas dan pereda kejang.


Wednesday, January 29, 2014

BIOAKTIVATOR PENGURAI KOMPOS (BAKTERI FERMENTASI)


Secara alami, kotoran ternak akan mengalami dekomposisi sehingga menjadi pupuk kandang yang siap pakai. Namun, proses ini berjalan sangat lama, berkisar 4-6 bulan.
Untuk mempercepat proses pengomposan, bisa dilakukan dengan pembuatan bioaktivator. Mikroba yang terdapat dalam bioaktivator akan membantu menguraikan ikatan-ikatan kimia kompleks menjadi sederhana. Kesulitan mendapatkan pupuk saat musim tanam membuat petani berfikir keras untuk menghilangkan ketergantungan terhadap pupuk kimia. Kondisi ini memacu para ahli untuk membuat terobosan dengan menjaga kesuburan tanah, memperbaiki struktur tanah, memperkaya bahan makanan dalam tanah, dan menetralisir kimia atau racun dalam tanah. Pemanfaatan pupuk kandang juga dapat mengurangi pemakaian pupuk kinia hingga 50% untuk satu hektar lahan pertanian.

A.Mengenal MOL (Mikroorganisme Lokal)
Mikroorganisme Lokal (MOL) merupakan mikroorganisme menguntungkan yang digunakan untuk peragian atau mempercepat pembusukan dalam proses pembuatan pupuk kandang. Dengan penggunaan MOL dalam pembuatan pupuk kandang bisa mengemilir adanya limbah, selain itu, MOL juga bisa mempercepat pengomposan pupuk kandang menjadi tiga minggu.
Selain digunakan sebagai starter pupuk kandang, MOL bisa juga dipakai sebagai pupuk cair. Cara aplikasinya dengan mengencerkan MOL terlebih dahulu. Satu bagian MOL dicampur dengan 15 bagian air. Larutan tersebut disiramkan pada tanah di sekitar tanaman. Upayakan jangan mengenai batang tanaman. Namun demikian, pupuk cair MOL ini tidak direkomendasikan untuk tanaman anggrek. Karena, anggrek tumbuh di media pakis dan akarnya menonjol. Jika MOL disiramkan ke media pakis, mikrobia dalam MOL akan memakan pakis dan menimbulkan panas. Akibatnya, akar terbakar dan tanaman mati.

B. Membuat Bioaktivator (Bakteri Pengurai Kompos)
Bioaktivator yang dibuat sendiri atau mikroorganisme local (MOL), yaitu kumpulan mikroorganisme yang bisa “diternakan”. Fungsinya sebagai starter dalam pembuatan pupuk kandang. Berdasarkan bahannya, ada dua MOL yang bisa dibuat, yaitu MOL tapai dan MOL nasi basi serta MOL berbahan lainnya.

1. Mol Tapai
Mol tapai adalah bioaktivator yang bahan dasarnya terbuat dari tapai, baik tapai singkong maupun tapai ketan.
· Bahan
Adapun bahan-bahan yang perlu dipersiapkan sebelum membuat MOL tapai sebagai berikut:
· 1 ons Tapai singkong atau tapai ketan 
· ± 1.000 ml Air bersih 
· 5 sendok makan Gula pasir 


· Cara Pembuatan
Adapun cara pembuatan MOL tapai sebagai berikut:

a. Siapkan satu botol plastic bekas air mineral ukuran besar (1.500 ml) tanpa tutup. Masukan tapai ke dalam botol tersebut.
b. Isi air ke dalam botol berisi tapai hingga mendekati penuh.
c. Masukan gula pasir ke dalam botol berisi tapai dan air.
d. Kocok-kocok botol sebentar agar gula melarut.
e. Biarkan botol terbuka tanpa tutup selama 4-5 hari agar MOL bisa bernafas.
f. Setelah lima hari MOL sudah bisa digunakan. Hal ini ditandai dengan adanya aroma alcohol dari larutan MOL.
g. Jika ingin “beternak” MOL, ambilah botol mineral kosong sejenis. Bagi rata cairan MOL ke dalam dua botol tersebut. Lalu, isi air ke dalam masing-masing botol tadi sampai penuh. Kemudian, masukkan gula ke masing-masing botol dengan takaran seperti di atas. Jika ingin memperbanyak MOL ke dalam botol-botol lain, lakukan dengan cara pembagian yang sama.


2.    MOL Nasi Basi
Nasi basi di rumah selalu jadi masalah. Biasanya, nasi basi ini dibuang sebagai sampai atau diberikan kepada ternak sebagai pakan. Cara lain untuk memanfaatkan nasi basi adalah dengan membuatnya menjadi bioaktivator.

Bahan-bahan yang digunakan sebagai berikut:
· Nasi Basi Secukupnya (dibuat seperti bola pingpong)
· ± 1.000 ml Air
· 5 sendok makan Gula Pasir 


· Cara Pembuatan
Adapun pembuatan MOL nasi basi dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:
a. Kepal-kepal nasi basi sebesar bola pingpong.
b. Letakan bola-bola nasi tersebut di dalam kardus bekas, lalu tutup dengan dedaunan (misalnya daun pisang) yang membusuk. Dalam tempo 3 hari, akan tumbuh jamur-jamur berwarna kuning, jingga, dan merah.
c. Buat larutan gula dengan cara mencampur dan mengocok gula dengan air.
d. Ambil bola-bola nasi yang telah ditumbuhi jamur, masukkan ke dalam wadah plastic, lalu campur dengan larutan secukupnya.
e. Biarkan selama 1 minggu. Setelah satu minggu, cairan akan mengeluarkan bau seperti tapai. Hal itu menandakan bahwa cairan ini sudah bisa dipakai sebagai starter untuk membuat puppuk kandang.  

C. Aplikasi Pembuatan Pupuk Kandang dengan MOL
1. Bahan
· 500 kg Kotoran Ternak
· 400 kg Serbuk Gergaji
· 100 kg Arang Sekam
· 2,5 litter Mikroorganisme Lokal (MOL)
· Air secukupnya.


2.    Tahap Pembuatan
· Siapkan terpal dengan ukuran secukupnya sebagai alas dasar. Kemudian, taburkan kotoran ternak dengan ketinggian 15-20 cm, tuburkan abu bakar dan serbuk gergaji di atasnya dan aduk hingga merata.
· Buat larutan MOL dengan menuangkan 2,5 litter MOL dalam 10 litter air. Aduk hingga MOL terlarut dalam air.
· Siramkan sedikit demi sedikit larutan MOL yang telah diramu sebelumnya. Untuk pembuatan 1 ton pupuk organic, diperlukan larutan MOL 2,5 litter. Aduk lagi bahan pupuk kandang dan larutan MOL.
· Setelah bahan pupuk diaduk rata, adukan tersebut dikumpulkan hingga ketinggian 50-75 cm. Tutup adukan dengan terpal atau plastik hingga rapid an rapat. Sekitar 3-5 hari, bongkar adukan dan aduk ulang untuk mendapatkan hasil pupuk kandang yang baik. Setelah 7-10 hari, pupuk kandang tersebut siap digunakan. Cirri-cirinya apabila dikepal, tidak terasa panas dan remah.

Siklus Hidup Botol Minum Plastik


Jutaan botol minum plastik dijual setiap tahun di seluruh dunia. Produk yang digemari orang. Tapi bagaimana dengan minyak yang dibutuhkan untuk memproduksi? Apa yang terjadi dengan botol-botol plastik yang sudah kosong?

http://www.dw.de/image/0,,16901885_303,00.jpg


Minyak untuk Air

http://www.dw.de/image/0,,17266603_303,00.jpg

Kebanyakan botol plastik terbuat dari plastik polietilena tereftalat (PET), yang diproduksi dari minyak mentah. Tidak hanya ekstraksi minyak bumi yang mengeluarkan emisi gas rumah kaca dan merusak habitat, namun produksi plastik juga membuang racun ke dalam lingkungan. Setelah ekstraksi, minyak dibawa ke kilang seperti ini di Köln, instalasi penyulingan minyak terbesar di Jerman.



Biji Plastik
http://www.dw.de/image/0,,17255954_303,00.jpg
Sulingan minyak dikirim ke perusahaan manufaktur yang membuat biji plastik. Produsen botol melelehkan biji plastik ke dalam 'bentuk awal' yang menyerupai tabung reaksi plastik. Perusahaan pembotolan air memanaskan dan memuaikan bentuk awal menjadi bentuk dan ukuran botol sesuai keinginan. Dalam daur ulang, botol plastik kembali dilelehkan ke bentuk biji plastik.



Produksi Massal
http://www.dw.de/image/0,,17257108_303,00.jpg
Di pabrik pembotolan, bentuk awal plastik dibuat memuai ke ukuran yang sesuai, disterilisasi dan diisi air, sebelum ditutup, diberi label dan dikemas untuk pengiriman. Di pabrik pembotolan ini di negara bagian Sachsen, Jerman, 1,5 juta liter air dan minuman ringan dibotolkan dan dikemas setiap hari.





Alternatif Bebas Minyak
http://www.dw.de/image/0,,16730255_303,00.jpg
Botol juga bisa dibuat dari plastik organik, yang diproduksi dari materi nabati seperti jagung atau tebu dan bukan minyak bumi. Plastik organik dapat terbiodegradasi dan dibuang ke kompos setelah dipakai - tapi ini bukan berarti bioplastik ramah lingkungan. Produksi bioplastik perlu sumber daya alam yang besar seperti air, dan lahan pertanian yang bisa digunakan untuk menanam tumbuhan pangan.




ransportasi dan Iklim
http://www.dw.de/image/0,,17201469_303,00.jpg
Transportasi botol air minum juga butuh banyak sumber daya - lebih dari seliter BBM per botol, untuk sejumlah kasus. Institut Kebijakan Bumi memperkirakan satu dari empat botol air minum setidaknya melewati satu perbatasan negara dengan kapal, kereta atau truk sebelum dikonsumsi. Segala pengiriman mengeluarkan karbondioksida yang menyebabkan perubahan iklim.




Menguras Sumber Daya
http://www.dw.de/image/0,,17257109_303,00.jpg
Menurut perkiraan Institut Pasifik, produksi satu botol air minum memerlukan tiga kali jumlah air yang terkandung dalam botol. Juga di wilayah-wilayah yang menjadi lokasi pabrik pembotolan, ekstraksi air yang terkonsentrasi dapat menyebabkan penurunan permukaan air tanah, menyebabkan komunitas setempat kekurangan suplai air.



Membotolkan Masalah
http://www.dw.de/image/0,,16739506_303,00.jpg
Menurut perkiraan, sekitar 60 juta botol plastik didaur ulang di Eropa tahun lalu - hanya separuh dari botol yang digunakan. Sisanya berakhir menjadi sampah, dibuang ke tempat pembuangan sampah dan perairan - di mana butuh ratusan tahun untuk terurai. Sampah plastik di lautan adalah masalah lingkungan besar, mengotori air dan mengancam kehidupan satwa laut serta burung.


Timbunan Plastik
http://www.dw.de/image/0,,17257126_303,00.jpg
Amerika Serikat adalah konsumen botol air minum terbesar di dunia. Namun Cina menempel ketat - setiap tahun, puluhan miliar botol plastik diproduksi dan dikonsumsi hanya di Cina, menggunakan sekitar 18 juta ton minyak mentah. Permintaan atas botol air minum meningkat seiring pertumbuhan ekonomi Cina. Timbunan botol plastik seperti ini terus menggunung menunggu pemilahan untuk daur ulang.


Kehidupan Baru Dimulai
http://www.dw.de/image/0,,17256060_303,00.jpg
Botol yang didaur ulang dilelehkan kembali menjadi biji plastik, kemudian dijual ke perusahaan yang membuat produk-produk daur ulang plastik. Salah satu yang paling populer adalah serat, yang digunakan untuk membuat pakaian dan selimut. Setelah semua energi yang dikonsumsi botol plastik sepanjang siklus hidupnya, yang dulunya seteguk air yang menyejukkan dapat berakhir menjadi baju hangat.